Senin, 24 Januari 2011

Antara Tiga Urusan

oleh : Prie GS
Tak semua persoalan anak adalah persoalan orang tua. Tak semua persoalan anak dan orang tua adalah persoalan keluaraga. Karenanya di dalam keluarga, antara persoalan anak, persoalan orang tua dan persoalan yang benar-benar persoalan keluarga harus mendapat tempat yang sewajarnya. Campur aduk urusan ketiganya akan menimbulkan keruwetan dan pertengkaran. Tetapi tidak mudah membedakan urusan ketiganya karena urusan yang satu, seolah-olah adalah urursan lainnya.

Tak mudah membawa anak-anak saya untuk sekadar menengok kebun kecil kami dan mengamati tumbuh-tumbuhan yang saya tanam. Ada saja alasan mereka untuk mengelak dan jikapun mereka mau selalu ada unsur terpaksa. Kegiatan yang saya bayangkan akan menjadi lebih menyenangkan jika dinikmati bersama keluarga itu malah sering berubah menjadi kegiatan penuh keterpaksaan. Sampai berbusa-busa saya mengagumi tanaman yang tumbuh sempurna itu, yang kuncup-kuncup daunnya menggetarkan hati, yang jika besar nanti akan berjasa mengatasi pemanasan global dan semacamnya. Tetapi yang tergetar itu ternyata cuma hati saya. Hati anak-anak saya itu dingin belaka. Belum rampung saya mempromosikan tanaman ini, mereka malah sudah membuang muka dan minta pulang segera.

Begitu juga ketika keluarga kami mulai mencicil membangun rumah baru. Kesenangan saya adalah setiap kali menengok proses pembangunan rumah ini dengan sebanyak mungkin melibatkan mereka. Hasilnya jauh dari gembira. Apapun yang saya gairahkan tentang rumah ini ternyata bukan gairah mereka. Jika ada ketertarikan mereka, itupun sedikit saja, yakni yang menyangkut soal-soal mereka saja, misalnya seperti bagaimana nanti punya tiang basket, boleh mengecat kamar sendiri dengan grafiti dan semacamnya, soal-soal yang saya sama sekali tidak tertarik apalagi menyetujui.

Saya merasa, rumah baru itu nanti, lebih banyak mengasyikkan saya sendiri tetapi tidak mengasyikkan mereka dan ini membuat saya kecewa. Tetapi apakah cuma saya yang sering kecewa? Tidak. Anak-anak saya juga sering kecewa karena keterlibatan saya yang rendah pada kegiatan mereka. Putri saya amat gemar menonton film-film Disney dan kegembiraannya akan menjadi sempurna kalau saya ikut menonton bersamanya. Ia akan berteriak-teriak sedemikian rupa memanggil saya jika ada adagen yang menakjubkan hatinya. Ia ingin agar ketakjuban itu dinikmati bersama dan berkali-kali ia melengos sakit hati karena berkali-kali saya gagal memenuhi. Kalaupun saya ikut menonton, pasti sekadar karena saya ingin menyenangkan hatinya, bukan karena saya menyenangi film itu. Seluruh keterpaksaan saya ini ia tangkap dengan baik dan ia menjaga agar saya tetap di sebelahnya. Kalau saya kedapatan akan terpejam karena bosan ia malah akan membuka paksa mata saya.

Begitulah, makin beragam anggota keluarga Anda, makin beragam pula cabang dan ranting urusannya. Itu baru urusan saya dengan putri saya, belum dengan istri dan anak lelaki yang ada dan perangainya berbeda-beda. Intinya, ada ruang-ruang yang amat pribadi antara saya dan mereka dan ada ruang bersama yang kabur garisnya tetap harus jelas di mata kita, agar jelas pula kapan kita masuk kapan kita keluar dan kapan kita bersama-sama. Ada ruang pribadi yang mereka butuh sendiri dan kedatangan kita cuma gangguan belaka. Ada ruang pribadi yang mereka butuh ditemani, padahal itu bukan selera kita. Sementara ada urusan bersama yang kita harus ikhlas bersama-sama walau sebenarnya kita tak menyukainya. Begitulah keluarga, di dalamnya ada kesendirian, ada kebersamaan yang harus terjaga takarannya.
sumber : suaramerdeka.com

Minggu, 23 Januari 2011

Jatuh Bangun Bona 'Andai Aku Jadi Gayus'


VIVAnews - Nama Bona Paputungan mendadak melejit setelah video klipnya "Andai Aku Jadi Gayus" diunggah ke Youtube. Lelaki asal Gorontalo itu tampil dengan gaya mirip Gayus Tambunan, terdakwa mafia pajak bernilai puluhan milyar rupiah. Gayus membuat heboh negeri, saat dia melenggang bebas berkeliaran selama berstatus tahanan.

Di video klipnya, Bona tampil lengkap dengan wig dan kacamata ala Gayus, saat terdakwa itu plesir ke luar sel tahanan. Penampilan Bona itu membuat banyak orang penasaran.

Sebagai bekas narapidana, Bona tahu persis bagaimana kehidupan di dalam bui. Bagi dia yang kantungnya cekak, adalah mustahil bisa mengikuti gaya hidup Gayus di penjara. Gayus bisa pulang ke rumah. Bahkan plesir ke Bali, Kuala Lumpur, Singapura hingga Macau. Bagi Bona, semua itu hanya mimpi. Maka dia hanya bisa berandai-andai. Cermati saja lirik lagunya yang kini akrab di telinga.

Andai Ku Gayus Tambunan
Yang bisa pergi ke Bali
Semua keinginannya
Pasti bisa terpenuhi

Lucunya di negeri ini
Hukuman bisa dibeli
Kita orang yang lemah
Pasrah akan keadaan

Karena lagunya ini, stasiun televisi berlomba-lomba mengundangnya tampil di berbagai acara. Belum lagi radio dan media lain harus antre wawancara. Dalam sehari Bona bisa diundang dua sampai tiga stasiun televisi. Disela-sela 'show' itu ia masih harus melayani permintaan wawancara khusus. Bona mengaku lelah, tapi dia senang.

Tapi tak semua orang suka melihat dia bahagia. Begitu lagunya ngetop, dia sempat mendapat "teror". Lelaki yang lahir 16 Maret 1978 itu menuturkan soal ancaman itu, termasuk perjalanan hidupnya, kepada VIVAnews di Senayan City, Jakarta, Rabu 19 Januari 2011. Berikut petikannya:

Bisa ceritakan perjalanan hidup Anda?
Sekitar 1993, saya pindah ke Jakarta dari Gorontalo dan sekolah di pesantren. Saat itu orangtua bercerai dan saya ikut Ibu. Meski sekolah di pesantren, saya lebih tertarik ke dunia seni musik. Bahkan saya terjerumus ke hal-hal negatif.

Tahun 1996, Bapak saya meninggal. Hidup saya makin terpuruk. Akhirnya, saya pulang ke Kota Mobagu, Sulawesi Utara. Saya lalu pindah ke Gorontalo. Karena hidup saya sudah nggak tentu arah, Ibu menikahkan saya pada 1997. Tapi, saya masih sering mabuk-mabukan, dan pakai barang haram. Istri saya nggak tahan, tak sampai setahun dia meninggalkan saya. Saya punya satu putri dari pernikahan itu.

Tahun 2002, saya dinikahkan lagi, tapi tak ada perubahan juga. Kami bercerai. Saya makin terpuruk, tapi saya masih dipercaya teman-teman mengurus organisasi, jadi MC, dan menyanyi.

Tahun 2007, kehidupan saya mulai membaik. Tapi saya mendapat cobaan lagi, ketika mulai nyanyi di kafe-kafe, saya kembali ke kebiasaan lama saya. Saya ingat malam tahun baru 2010, saya mabuk di sebuah diskotik di Gorontalo. Saat itu saya memukul istri. Keluarganya tidak terima dengan perlakuan saya, lalu mereka melaporkan ke aparat kepolisian.

Akhirnya saya masuk penjara tanggal 3 Januari 2010. Setelah dipotong masa tahanan, remisi, dan cuti bersyarat, pada 7 Oktober 2010 kemarin saya dibebaskan. Kalau saya jalani murni, sebetulnya tanggal 5 Januari 2011 baru dibebaskan.

Bagaimana menjalani hidup selama masa hukuman?
Sangat berat. Badanku kurus karena beban pikiran. Persoalan makan juga ada, karena seenak-enaknya makanan, yang namanya di penjara kan susah ditelan. Banyak beban yang saya pikirkan. Misalnya, setelah saya bebas saya mau jadi apa, saya ini kan sampah masyarakat, keluarga makan apa? Kasihan Ibu, bapak saya sudah meninggal. Saya berdoa terus dibarengi ibadah.

Begitu ke luar penjara, apa yang dilakukan?
Ketika saya keluar dari penjara itu hidup saya susah, mengemis kiri-kanan, hidup ditertawakan orang. Saya lalu cari duit buat bikin lagu. Namanya juga baru keluar dari penjara, jadi nggak megang duit. Pernah karena tidak punya duit, saya sampai harus dorong-dorong motor yang kehabisan bensin. Saya hanya bisa berdoa, Insya Allah saya tetap sehat.

Tentang lagu Gayus?
Sebenarnya, saya sudah menciptakan 10 lagu di dalam penjara. Sesuai dengan kehidupan narapidana, judulnya ada 'Cobaan Hidup', 'Maafkan Istriku', 'Demi Kehidupan', 'Markus' dan masih banyak lagi. Syair Gayus itu sudah saya buat di dalam penjara dengan judul 'Kisah Hidupku'.

Nah, setelah saya bebas saya melihat kasusnya Gayus lagi ramai. Bukan karena aji mumpung, tapi karena pemberitaan tentang Gayus yang bisa ke Bali, bisa plesir ke luar negeri, saya jadi berandai-andai jadi Gayus. Nah disitulah syair bagian reff-nya saya ganti. Tapi tidak ada tujuan atau target apa-apa.

Syutingnya saat di penjara?
Yang di dalam penjara itu untuk 10 lagu saya. Kalau lagu 'Andai Aku Jadi Gayus Tambunan' itu tidak masuk di 10 lagu ini. Lalu itu saya kirim ke HP teman-teman lewat 3G. Lalu saya unggah di Youtube untuk di Gorontalo aja. Lalu sehari kemudian, saya kaget kok begini jadinya? Orang-orang dari stasiun televisi menghubungi saya. Diminta untuk datang ke Jakarta.

Proses pembuatan video klipnya bagaimana?
Jadi saya dibantu teman-teman pelawak karena saya juga tidak punya duit saya bilang, saya bilang tolonglah Bang, saya mau bikin klip tapi nggak punya duit, saya baru keluar dari penjara nih. Lalu mereka mengiyakan. Ya udah kita buatkan konsep, bilang ke Kalapas. Garapnya malam hari dan saya dapat pengawalan Kalapas.

Prosesnya memakan waktu 2 hari. Agak lama karena sebelumnya saya juga butuh waktu 3 hari hanya untuk mencari wig yang mirip punya Gayus. Saya sudah putar-putar ke setiap salon dan menanyakan ada nggak wig mirip punya Gayus? Dan akhirnya dapat.

Kapan video klip itu dibuat?
Buatnya tanggal 9 Januari 2011. Kemudian tanggal 11 kita lepas klipnya.

Apa yang mendasari Bona mengunggah video di YouTube?
Nggak ada. Nggak ada target apa-apa.

Sudah pernah unggah video di YouTube?
Nggak pernah.

Kaget nggak waktu tahu hasilnya?
Sampai dengan detik ini Lillahita'ala ya, Alhamdulillah teman-teman sekarang bilang, eh kau itu sudah mendunia sekarang. Saya hanya jawab, ah yang benar? Karena saya tidak pernah mengkhayal sejauh itu.

Bagaimana respon dari orang-orang terdekat?
Keluarga sudah merespon dan teman-teman juga mengarahkan untuk tetap ada generasi penerus Iwan Fals, jadi mereka berharap agar saya tidak menyanyikan lagu cinta (Bona tertawa). Nggak mungkin, saya kan suka lagu cinta.

Komentar istri bagaimana?
Istri Alhamdulillah sehat dan baik-baik saja. Kami komunikasi terus. Anak saya ada tiga orang dari tiga istri, jadi satu istri satu anak.

Setelah lagu ini 'booming' ada rencana apalagi?
Saya akan bikin lagu lagi dan memang saya sedang sharing ke teman-teman. Saya arahnya mau kemana, karena saya suka lagu cinta tapi mereka bilang jangan bikin lagu cinta.

Merasa berubah nggak setelah terkenal?
Alhamdulillah saya tetap seorang mantan narapidana.

Kabarnya Anda sempat mendapat teror karena lagu Gayus?
Kalau tentang teror, kemarin itu memang ada tapi semua saya kembalikan ke Allah karena itu adalah cobaan.

Terornya seperti apa?
Si peneror nanya lagu ciptaan saya, nama lengkap saya, dan dia bilang 'keluarga kamu dan kamu akan saya comot, akibat kamu sudah membuat lagu yang menghebohkan nusantara'.

Diteror lewat apa?
Via telpon pas saya lagi diwawancara sama dua stasiun televisi. Karena telepon berdering terus, ya sudah saya angkat. Jadi sempat terekam. Suara penelponnya laki-laki.

Berapa kali diteror?
Satu kali.

Bagaimana sikap Anda setelah mendapat ancaman seperti itu?
Saya manusia biasa, jujur, takut, diancam 'awas kalau keluar rumah saya pukul kamu' gitu saja takut, apalagi ini kasus orang yang sangat berpengaruh kan? Saya cuma bisa berdoa. Yang kedua karena sebelum kejadian teror, saya sudah terlanjur ngomong di stasiun televisi bahwa saya akan ke Jakarta. Jadi cukup dijalani dan ditepati saja.

Keluarga ikut khawatir?
Iya, cuma saya bilang tidak usah khawatir kita kan punya niat baik. Lalu ibu saya mengizinkan dan berpesan jangan lupa ibadah.

Gayus baru divonis 7 tahun, ada tanggapan?
Saya hanya bisa berdoa saja, bagaimanapun Gayus manusia biasa kalau dia terbukti bersalah itu merupakan kekhilafan seorang Gayus. Apapun yang menjadi vonis hukuman untuk Gayus itu semua sudah takdir dari Allah, jadi Gayus mau divonis berapapun, menurut saya ikhlaskan saja.

Apakah hukumannya sudah setimpal?
Kalau itu saya no comment deh, pokoknya kita serahkan ke jalur hukum saja. Yang jelas sebagai anak bangsa kita ingin mengharapkan perubahan agar negeri ini lebih baik lagi.

Minggu, 12 Desember 2010

Hasrat Penumpukan

Sudah sejak saya kecil sebetulnya keadaan tak henti mengajarkan, betapa tidak berartinya sebuah penumpukan. Naluri penumpukan pertama yang saya ingat ialah ketika pertama kali saya belajar berpuasa.

Semua jenis makanan rasanya ingin saya kumpulkan, saya sembunyikan untuk saya makan sendiri. Untuk itu, saya malah merasa perlu memilki semacam bunker perlu juga dengan cara sembunyi-sembunyi. Bunker saya itu harus penuh sekaligus harus tetap jadi tempat misteri.

Apa saja makanan yang saya temui saya simpan di sini. Apa saja, karena bagi perut lapar, semua jenis makanan terasa lezat sekali. Sebentar-sebentar bunker rahasia ini saya datangi, aneka makanan itu saya pandangai untuk saya saja), apa yang sanggup saya makan ternyata cuma sedikit saja.

Cukup dengan makan sebagian saja saya sudah telentang kekenyangan. Setelah sebelumnya lemas karena kelaparan, saya segera lemas oleh kekenyangan. Saat itu, diam makan, ternyata apa yang disebut makan itu hanya secepat itu, hanya sesingkat itu dan sesederhana itu.

Seluruh kegaduhan itu ternyata selesai cukup hanya dengan beberapa suapan. Rasanya malu sekali mengiba-iba minta diperbolehkan menyantap seluruh makanan tetapi cukup dengan minum beberapa tegukan, saya sudah kekenyangan yang cuma sebegini, harus ditebus dengan keganasan seperti ini.

Tak perlu seluruh makanan sebanyak itu, tak perlu bernafsu menjadikan seluruhnya menjadi harta karun pribadi, karena yang dibutuhkan ternyata cuma sebatas itu. Tapi lagi-lagi, jika kelaparan datang lagi, akal sehat saya seperti terbang lagi. Kekeliruan demi kekeliruan yang sama terus saya peragakan berulang-ulang hingga hari ini.

Kini, setelah saya bukan anak kecil lagi, puasa saya memang telah mampu genap sehari. Bunker rahasia itu memang tak ada lagi. Kebiasaan mengumpulkan makanan memang tak lagi saya lakukan. Tetapi apakah berarti saya sudah menjadi kuat di hadapan kelaparan? Rasanya tidak.

Apalagi makin bertambahnya usia, malah makin banyak saja jenis kelaparan yang saya derita. Ada lapar karier, lapar popularitas, lapar perhatian, yang ada di dunia saya ini.

sumber : suaramerdeka.com

Kamis, 19 November 2009

Mengaku Sarjana Islam, Pendeta Terbongkar Kedoknya

Bintaro (voa-islam.com) - Di kalangan Kristen, Pendeta Samuel Hermawan dikenal sebagai ahli islamologi mantan Muslim. Namanya mulai naik daun ketika Samuel menuliskan pengalaman rohaninya mengapa ia beralih meninggalkan Islam dan kini menjadi pendeta. Dalam testimoni berjudul “Yesus adalah Tuhan dan Raja,” Samuel menuliskan sbb:

“Saya dulunya dari muslim tamatan sebuah pesantren dan Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Bandung. Saya ingin memberikan kekuatan untuk para sahabat sekalian orang-orang Kristen bahwa apa yang kalian sembah itu adalah benar-benar Tuhan dan Juruselamat. Yesus adalah Tuhan dan Raja sesuai yang tercantum dalam Al Quran, Hadist dan Injil.”

Dalam sebuah dialog Islam dan Kristen, dusta Pendeta Samuel terbongkar. Ternyata dia bukan mantan muslim, terbukti karena ia tidak bisa baca-tulis Al-Qur’an. Pengakuannya sebagai ahli islamologi lulusan pesantren dan Sarjana Islam lulusan STAIN Bandung, adalah kebohongan besar untuk memuluskan Kristenisasi.
Bermula ketika Indarwati, bukan nama sebenarnya, yang mempengaruhi kakak kandung, orang tua dan pamannya untuk masuk Kristen.

Empat tahun yang lalu, Indarwati menikah secara Islam dengan seorang pemuda. Seluruh keluarga Indar merestui pernikahan itu, karena beranggapan, sang mempelai pria itu adalah seorang Muslim yang taat beragama.

Belakangan, setelah Indar dikaruniai seorang anak, keluarganya baru tahu kalau suami Indar adalah seorang pendeta. Namun ia tidak mengaku pura-pura Muslim ketika menikah. Kilahnya, kekristenan itu ia terima setelah pernikahan. Kini, Indar sudah berganti iman menjadi aktivis gereja, mengikuti jejak suaminya. Bahkan seorang adiknya berhasil ditarik menjadi seorang Kristen.

Ketika Indar mempengaruhi Eddy, pamannya, untuk masuk Kristen, terjadilah percekcokan ringan. Eddy paman adalah mantan aktivis PII (Pelajar Islam Indonesia).

“Kamu ini, kok bisa-bisanya masuk Kristen dan ngajak-ngajak keluarga untuk masuk Kristen?” tanya sang paman.

“Ya.. karena sekarang saya tahu kalau Kristen itu jauh lebih baik dari Islam, paman,” jawab Indra santai.

“Siapa sebenarnya yang mempengaruhimu kok sekarang jadi seperti ini?” tanya sang paman lagi.

“Saya tidak dipengaruhi siapa-siapa, paman. Tuhan Yesus sendiri yang memanggil saya. Sekarang saya tahu bahwa Kristen itu kasih dan menyelamatkan,” terang Indra.

“Apa buktinya kalau Kristen itu menyelamatkan dan lebih baik dari Islam?” selidik sang paman.

“Saya tidak bisa menjelaskan secara detil, paman. Kalau Paman ingin tahu jawabannya, nanti saya panggil pendeta saya. Pendeta Samuel Hermawan adalah ahli islamologi, lulusan pesantren dan STAIN Bandung. Paman bisa bertanya sepuasnya tentang kekristenan kepada pak pendeta,” jawab Indra. Maka disepakatilah pertemuan dialog agama di rumah sang paman.

Ahad malam, 15 November 2009, di Bintaro diadakan pertemuan sederhana. Tapi sang paman tidak mau menghadapi sendiri. Karena penasaran, kok ada lulusan pesantren dan sarjana Islam yang bisa pindah iman, maka ia mengundang sanak saudara dan para tetangga. Tidak lupa, ia mengundang Insan Mokoginta Wenceslaus, ustadz yang mantan Kristen.

Pendeta Samuel Hermawan datang tidak sendirian. Ia itemani beberapa pendeta, pekerja gereja dan beberapa jemaat setianya. Dengan dandanan yang klemis dengan baju batik coklat yang dikenakannya, ia tampil sangat percaya diri. Seluruh materi islamologi yang akan dipresentasikan sudah disiapkan dalam laptop dan infocus, lengkap dengan seorang wanita operatornya.

Dialog dimulai pukul 8 malam, disaksikan lima puluhan pendengar dari kalangan Islam dan Kristen.

Setelah memperkenalkan diri, Samuel mulai menerangkan ketuhanan Yesus berdasarkan ayat-ayat Al-Qur’an. Puluhan ayat Al-Qur’an ditampilkan di layar infocus. Insan yang sudah tidak asing dengan makalah itu menyela, “Maaf Pak Pendeta, paparan yang anda tampilkan itu sebenarnya bukan pemikiran anda. Anda hanya mengutip brosur Kristen “Rahasia Jalan ke Surga” yang memakai nama penerbit palsu Dakwah Ukhuwah. Saya sudah menjawabnya dalam buku “Muallaf Membimbing Pendeta ke Surga” tahun 1999.

Meski tak bisa membantah bahwa presentasi makalahnya sama persis dengan brosur Dakwah Ukhuwah, Samuel kekeuh menyangkalnya, dan terus melanjutkan ceramah.

“Yesus alias Nabi Isa adalah Tuhan yang menjelma menjadi manusia. Al-Qur’an sendiri mengakui bahwa Yesus bisa menyembuhkan orang buta sejak lahir. Bahkan Yesus bisa menghidupkan orang yang sudah mati. Mari kita renungkan. Selain Tuhan, siapa yang bisa memberi nyawa kepada orang mati. Karena Yesus bisa menghidupkan orang mati, maka dia adalah Tuhan,” jelasnya.

Insan membantah, “Saya tahu, ayat Al-Qur’an yang anda maksudkan adalah surat Ali Imran 49 dan Al-Ma’idah 110. Tapi ayat ini jangan dibaca sepotong saja. Bila dibaca secara utuh, seluruh mukjizat Nabi Isa itu selalu diiringi dengan kalimat ‘bi-idznillah’ yang artinya dengan seizin Allah. Jadi, seluruh mukjizat itu bukan karena kehebatan Nabi Isa, tapi karena izin dan pemberian Allah. Karenanya, yang menyembuhkan dan menghidupkan itu bukan Nabi Isa, melainkan Allah SWT,” katanya.

Samuel tak dapat membantah argumen ini, lalu beralih ke pembicaraan lain. Ia menyatakan bahwa menurut Injil Lukas, tidak semua perbuatan Yesus ditulis dalam Injil. Karena tidak ada kitab yang bisa memuat seluruh ajaran Yesus.

“Tolong Pak Pendeta baca, Injil Lukas yang anda maksud tersebut!” tanya Insan menimpali. “Wah, saya tidak hafal ayatnya, Pak,” jawabnya singkat.

“Tolong pendeta yang lain atau jemaat membaca Injil Lukas yang dimaksud,” tanya Insan kepada jemaat Kristen. Karena tak mendapat jawaban apapun dari pihak Kristen, maka Insan menjawab pertanyaannya sendiri.

“Sebetulnya, ayat yang dimaksudkan Pendeta Samuel itu bukan Injil Lukas, tapi Injil Yohanes 25:21. Kalau tidak percaya silakan baca ayat tersebut,” Insan mempersilakan. Jemaat pun membaca ayat yang dimaksud, ternyata betul. Mereka semakin gusar.

Ternyata Sarjana Islam Gadungan

Ketika ingin membuktikan ketuhanan Yesus sebagai orang yang tahu hari kiamat, Samuel mengutip terjemahan Al-Qur’an surat Luqman ayat 34: “Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat.”

Penasaran dengan banyaknya kutipan ayat yang hanya dibaca terjemahannya saja, Insan minta Samuel untuk membaca nas Arabnya.
“Pak Pendeta, dari tadi anda hanya membaca terjemahan ayat tanpa membaca nas Arabnya. Anda kan ngaku lulusan pesantren dan sarjana Islam, tolong baca nas Arabnya!” pintanya.

Tak disangka, permintaan Insan ini meruntuhkan nyali sang pendeta. Beberapa menit ia hanya memandangi presentasi di layar in focus. Mulutnya terkatup, sesekali ia memandangi jemaatnya, dan sesekali menundukkan wajahnya yang mulai memucat.

Jemaat dan para pendeta yang hadir pun nampak gusar, malu dan salah tingkah di hadapan puluhan hadirin Muslim. Pendeta Samuel Hermawan yang selama ini mereka elu-elukan sebagai ahli islamologi, lulusan pesantren dan sarjana Muslim, ternyata tak lebih pintar dari siswa TPQ (Taman Pendidikan Al-Qur’an). Sementara hadirin dari pihak Islam sebagian tertawa, sebagian geleng-geleng dan sebagian bertepuk tangan. Mereka terheran-heran terhadap Samuel Hermawan yang ditokohkan dan dihormati di gereja, padahal mereka selama ini dicekoki dengan kesaksian dusta.

“Pak Samuel ini aneh sekali. Bagaimana bisa jadi pendeta dan mengaku ahli islamomogi? Padahal anda tidak menguasai Bibel dan tidak paham Al-Qur’an? Mana mungkin anda bisa memahami dan menafsirkan ayat-ayat Al-Qur’an untuk kepentingan kristenisasi, padahal anda tidak mengerti baca-tulis Al-Qur’an? Tolong anda beragama yang jujur saja, jangan menipu jemaat” kata Insan menasihati.

Situasi dialog jadi tidak imbang, Insan yang jauh di atas angin, seperti dosen menceramahi anak SD. Tepat pukul 10 malam acara diakhiri, tuan rumah mempersilakan seluruh hadirin untuk menikmati makan malam yang sudah disediakan secara mewah. Terlanjur malu, Pendeta Samuel dan seorang pendeta lainnya buru-buru pamitan pulang meninggalkan para jemaatnya yang sudah membaur bersama hadirin lainnya di meja hidangan.

Seorang peserta yang sangat kecewa terhadap Pendeta Samuel berkomentar, “Katanya lulusan pesantren dan sarjana Islam, gak tahunya seperti ayam sayur,” kata pria berusia 60 tahun yang datang jauh-jauh dari Depok, Jawa Barat. Ternyata Pendeta Samuel adalah "Drs" alias durung rampung sekolah, toh.

Asosiasi Warnet Hadirkan Teknologi Anti Porno

Jakarta (voa-islam) - Asosiasi Warung Internet Indonesia (Awari), bekerjasama dengan Telkom, menghadirkan sebuah teknologi anti porno. Teknologi ini dikatakan sudah mem-blacklist 5-6 juta situs negatif.

Teknologi ini berupa Domain Name Server (DNS) bernama DNS Nawala. Disebutkan, DNS Nawala dapat digunakan secara gratis oleh pengguna internet seluruh Indonesia yang membutuhkan konten terseleksi. Seperti memblokir peredaran situs pornografi, perjudian, kekerasan, dan situs lain yang dapat merusak moral bangsa.

Acara penandatanganan kerjasama Awari dan Telkom berlangsung di Gedung STO Gambir, Jakarta, Selasa (17/11/2009). Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring turut menghadiri kerjasama tersebut.

Dalam sambutannya, Tifatul menyambut baik inisiatif kerja sama ini. Program ini dianggap selaras dengan slogan Depkominfo yakni 'Komunikasi Lancar, Informasi Benar'. "Artinya komunikasi bisa didapat dengan mudah dan murah, serta informasi itu bermanfaat," jelasnya.

Cara menggunakan fasilitas DNS Nawala ini yaitu dengan melakukan perubahan konfigurasi IP DNS (baik pada komputer, server DHCP, modem router maupun router) ke alamat IP 180.131.144.144 (primary) dan 180.131.145.145 (secondary). Selanjutnya DNS tersebut akan berlaku sebagai perangkat saringan konten negatif.

DNS Filtering juga dapat digunakan untuk akses internet massal dan akan efektif apabila admin hanya membuka akses setiap query ke arah DNS Nawala. Sehingga pengguna akan dipaksa hanya menggunakan layanan DNS dari Nawala Project.

Penyelenggara Jasa Internet (ISP) juga dapat memanfaatkan fasilitas DNS Nawala sebagai nilai tambah untuk penggunanya, dengan cara menggunakan DNS Nawala yang ada di Telkom maupun dengan melakukan mirroring secara mandiri dengan konfigurasi Anycast terhadap DNS induk di Nawala Project.

Semoga konten porno dapat ditumpas dan akhirnya dapat melindungi remaja islam dari konten mesum.

Senin, 16 November 2009

Virus Sebagai Perusak Data

Virus komputer adalah bagian kecil program yang mengikatkan diri pada aplikasi atau file, di mana program tersebut bisa menyebabkan komputer bekerja di luar kehendak pemakai. Program ini disebut virus karena punya kesamaan ciri-ciri dengan virus dalam bidang biologi dan kesehatan. Persebaran virus komputer dianalogikan seperti persebaran virus dari satu orang ke orang lain. Virus ini hanya akan menyebar ketika program aplikasi virus atau file yang terkena virus tersebut dieksekusi. Karena sifat-sifat kerja virus yang bisa menyebabkan komputer bekerja di luar kehendak itulah maka virus ini juga banyak digunakan oleh hacker dan cracker untuk melakukan penyusupan ke suatu sistem.

Virus komputer dikategorikan berdasarkan cara penyebaran atau bagian yang diserang, antara lain Boot Sector Viruses (menyerang boot sector), File Viruses (menyerang file), Macro Viruses,(terletak pada program-program yang memakai makro seperti Microsoft seperti Word dan Excel), E-mail viruses (menyebar melalui e-mail), Stealth virus, Polymorphic virus (kodenya berubah setiap berpindah mesin), dan Multipartite virus (gabungan file virus dan boot sector virus). Virus komputer ini terletak pada program yang executable (*.com, *.bat, *.exe, *.dll, dan file-file executable yang lain).

Kerusakan data yang disebabkan oleh virus bisa bermacam-macam. Ada virus yang melakukan penghapusan sebagian atau bahkan seluruh file, atau melakukan pengubahan kode-kode file tersebut. Ada juga virus yang melakukan perubahan nama atau ekstensi file sehingga pemilik data akan mengalami kesulitan untuk mencari datanya. Selain itu, ada juga virus yang menciptakan banyak file-file tak perlu sehingga menghabiskan kapasitas disk drive kita. Kebanyakan dari virus-virus ini menyerang file-file sistem dari sistem operasi yang digunakan. Dari hari ke hari, varians dari suatu virus semakin banyak tercipta, karena hanya dengan mengubah sedikit algoritma dari virus tersebut, maka virus tersebut sudah tidak dikenali oleh anti virus yang belum memiliki definisi virus varians baru tersebut.

Untuk mengatasi masalah virus pada komputer ini, biasanya kita menggunakan program Anti Virus. Prioritas utama dari program Anti Virus ini adalah untuk “membersihkan” file-file yang semula terinfeksi virus supaya bebas dari virus tersebut. Prioritas selanjutnya, seandainya file tersebut tidak bisa dibersihkan dari virus, maka Program Anti Virus akan mengusahakan supaya file-file yang terinfeksi tersebut tidak digunakan. Caranya dengan mengkarantina file tersebut. Tetapi seandainya file tersebut merupakan file vital, yang selalu dieksekusi ketika suatu program dijalankan, maka Program Anti Virus akan menyarankan untuk menghapus file tersebut supaya tidak terjadi penyebaran virus lebih lanjut.
Dengan adanya virus komputer ini, selain menunjukkan bagaimana hebatnya manusia, tetapi juga menunjukkan betapa manusia sangat lemah dan sangat rawan terhadap hal-hal yang kelihatannya sepele. Virus ini menunjukkan kehebatan manusia dalam berpikir (pencipta virus) karena mereka bisa memikirikan hal-hal yang begitu rumit dan mendetail dalam mengamati kelemahan dari suatu program, di mana bagian dari kelemahan itulah yang nantinya akan mereka gunakan sebagai titik awal penyerangan. Virus juga menunjukkan kelemahan, karena biar bagaimanapun manusia berusaha menciptakan suatu sistem yang sempurna, pasti terdapat celah-celah yang sangat rawan untuk diserang oleh orang lain.

Oleh : Erwin S & Aditya H

Sumber : Security Alert

Windows 7 Kena Hacking

Hacker telah menemukan cara untuk melewati aktivasi product Windows 7 dan Windows Server 2008 R2 untuk mendapatkan copy system operasi terbaru dari Microsoft tersebut gratis dan illegal. Menurut Digital Life, hacking Windows 7 tersebut dimaksudkan, user dapat mendapatkan software Windows 7 dan Windows Server 2008 tanpa perlu melakukan aktivasi product key. Sementara itu, crack Windows Vista yang telah di-hack ternyata berhasil digagalkan oleh sebuah update software Microsoft.

Menurut Microsoft, pihaknya sudah mengamati kondisi tersebut dan siap untuk menyelesaikannya. Microsoft menyarankan kepada konsumennya untuk ikut tidak menggunakan copy illegal Windows dan mengecek keaslian (genuine) system operasinya, juga mengingatkan software bajakan biasanya mengandung malware.

Di tahun ini, product key OEM Windows 7 Ultimate telah diposting di sebuah forum China. Product key tersebut dapat bekerja di konfigurasi hardware merk Dell, Hewlett-Packard, Lenovo dan MSI. Kunci tersebut akan melewatkan Windows Genuine Advantage yang akhirnya dapat membuka kunci multi copy Windows 7 Ultimate. Sebuah file bernama sppcompai.dll dapat mem-bypass aktivasi product dan lisensi dalam Windows Activation Technologies' (WAT) Software Protection Platform (SPP) dan Software Licensing Client (SLC). Tool hacker tersebut juga dapat mematikan pop-up atau reminder yang menyatakan bahwa system tidak teregistrasi atau periode trial telah habis.

Sumber : beritanet.com

Pakar Keamanan Ungkap Bug di Twitter

Attacker dapat menggunakan bug di Twitter sehingga memaksa korbannya untuk “follow” (bahasa dalam twitter) / mengikuti account milik penyerang, ungkap Aviv Raff, pakar keamanan Internet.

Menurut Aviv Raff, lubang keamanan di Twitter dapat membuat pengguna terjebak ke Web Site yang didalamnya terdapat kode jahat. “Hal tersebut dapat memaksa seseorangg mengikuti anda, dimana berarti apa yang anda “twit” / kemukakan dalam halaman pribadi anda, akan tertampil di halaman Twitter mereka (termasuk link yang anda buat),” ujar Raff selama interview.

Aviv Raff sendiri meluncurkan situs Twitpwn (twitpwn.com) pada hari Kamis kemarin untuk melaporkan apa yang telah ia teliti di situs jaringan social dan micro-blogging ini. “Tim keamanan Twitter sudah diberitahu pada tanggal 31 Juli 2008 kemarin. Detail teknisnya akan dipublikasikan setelah lubang keamanannya diperbaiki.” Dan pada hari jumat kemarin, tim keamanan Twitter sudah memperbaiki bugnya. Dengan bug ini attacker bias membuat korbannya melakukan klik link ke situs yang didalamnya terdapat kode jahat. Dan dari sana, account korban secara otomatis diset ke account penyerang.

Di Twitter, following berarti menerima semua update, atau “tweet” dikirim oleh pengguna lain. Tweet tersebut dikoleksi dan ditampilkan di home page, handpone dan instant messaging pengguna (dalam hal ini korban) yang mengikutinya.

Bug di Twitter ini merupakan temuan terbaru dari beberapa temuan yang didapat oleh Raff di layanan ini. Minggu kemarin, dia melaporkan lubang keamanan lain yang memungkinkan spammer mengirimkan email yang didalamnya terdapat link ke situs tertentu, dimana sudah diperbaiki oleh pihak Twitter.

Raff sendiri lebih dikenal sebagai peneliti keamanan browser, dimana dia melaporkan adanya lubang keamanan di Safari dan IE. Selain itu, dia juga mengingatkan adanya bug di iPhone yang memungkinkan spammer mengirimkan junk mail di inbox iPhone korban.


Penulis : Arief Lukman
FTI - Universitas Atma Jaya

Sumber : beritanet.com

Minggu, 15 November 2009

Film Lumpur Lapindo Diluncurkan di AS

Scottsdale, Arizona (ANTARA News) - Masyarakat dunia, termasuk Indonesia, tidak lama lagi dapat menyaksikan sebuah film dokumenter tentang tragedi bencana Lumpur Lapindo, "Mud Max".

Film yang diproduksi oleh Immodicus SA dan Arizona State University School of Earth and Space Exploration itu diluncurkan pada Jumat (13/11) malam di Scottsdale, Arizona.

Peluncuran yang berlangsung di Hotel Mondrian itu dilanjutkan dengan diskusi panel oleh beberapa ahli geologi tentang fenomena lumpur panas yang mulai menyembur di lahan eksplorasi minyak dan gas PT Lapindo Brantas di Porong, Sidoarjo, Jawa Timur, pada 29 Mei 2006 itu.

"Mud Max" mengungkap berbagai fakta menyangkuo Oasus tersebut dari segi keilmuwan, ekonomi, kemanusiaan dan politik.

Dalam "Mud Max", dimunculkan pendapat bertentangan dari sejumlah ahli tentang penyebab munculnya lumpur, apakah kejadian alam atau kesalahan manusia.

Dalam diskusi panel, Juru Bicara Immodicus SA, Avian Tumengkol, mengatakan film Mud Max tidak diarahkan untuk menentukan apakah semburan lumpur itu merupakan bencana alam atau akibat dari kesalahan manusia.

"Film ini untuk memberi pemahaman, temuan-temuan dan pandangan-pandangan dari kedua pihak. Tujuan film ini adalah untuk memberi kesempatan kepada publik menentukan pemikiran dan pemahaman mereka sendiri untuk menyimpulkan mana yang benar," kata Avian.

Menurut Produser Eksekutif "Mud Max", Chris Fong, beberapa stasiun televisi asing telah menyatakan tertarik untuk memutar film berdurasi 47 menit itu..

"Metro TV di Indonesia juga menyatakan minatnya untuk menayangkan film ini," katanya.

Kontroversi adalah faktor utama yang membuat Chris Fong tertarik memproduksi film soal kasus lumpur Lapindo.

"`Audience` akan tertarik dengan kontroversi...Saya lihat isu ini ternyata lebih rumit dan unsur politisnya demikian kuat," ujar Chris.

Permasalahan yang demikian rumit sempat membuat ia sendiri kehilangan kesabaran.

"Saya benar-benar hampir menyerah karena sulit sekali mendapatkan jawaban-jawaban," cetusnya.

Namun, film tersebut akhirnya dapat diselesaikan setelah melewati berbagai riset selama satu tahun dan wawancara dengan berbagai sumber.

Komentar dan keterangan dirangkum dari berbagai pihak, termasuk dari para korban dampak luapan lumpur, pemerintah daerah, pihak PT Lapindo Brantas, Walhi dan BP Migas.

Beda Pendapat
Di bagian akhir tayangan, "Mud Max" menaruh catatan tentang keputusan Mahkamah Agung pada Mei 2009 bahwa PT Lapindo Brantas dibebaskan dari tuduhan dan pemerintah akan mengambil alih tanggung jawab penanggulangan banjir lumpur di Sidoarjo dari Lapindo Brantas.

Bagian itu juga mengungkapkan kecenderungan bahwa kontroversi soal Lumpur Lapindo akan terus berlanjut, demikian pula perbedaan pendapat di kalangan pakar tentang penyebab luapan lumpur di Sidoarjo.

"Mud Max" melaporkan bahwa simposium tentang lumpur Lapindo yang diadakan London Geological Society dan American Association of Petroleum Geologists (AAPG) Oktober 2008, misalnya, tidak dapat membuktikan pembenaran ilmiah tentang penyebab menyemburnya lumpur.

Sebelumnya menurut catatan media, simposium yang diadakan di Cape Town, Afrika Selatan, itu diakhiri dengan pemungutan suara karena pendapat-pendapat yang disampaikan para ahli tentang penyebab lumpur Lapindo sangat bertentangan.

Pemungutan suara yang diikuti oleh 74 ahli perminyakan dunia menunjukkan bahwa 42 ilmuwan mendukung teori bahwa pengeboran ladang Banjar Panji 1 di Sidoarjo yang dilakukan oleh Lapindo Brantas merupakan penyebab menyemburnya lumpur.

Tiga ilmuwan setuju dengan pendapat bahwa semburan lumpur pada 29 Mei 2006 itu disebabkan gempa bumi yang mengguncang Yogyakarta dua hari sebelumnya.

Enam belas ilmuwan menganggap bukti-bukti yang disampaikan para pakar pembicara tidak meyakinkan; dan 13 ilmuwan lainnya mendukung pendapat bahwa luapan lumpur merupakan kombinasi dampak dari terjadinya gempa bumi serta pengeboran di ladang eksplorasi.

Menurut Chris Fong, "Mud Max" dengan naskah versi Bahasa Indonesia akan diluncurkan di Indonesia pada Januari 2010. (*)